Kamis, 31 Maret 2016

Sistem Desain Kerja

Sistem Desain Kerja

Robins mengemukakan bahwa desain kerja (job desain) merupakan istilah yang menunjukkan bagaimana tugas-tugas dikombinasikan untuk membentuk pekerjaan yang lengkap. Scarborough mengemukakan bahwa desain pekerjaan dapat didefinisikan sebagai isi, fungsi, dan hubungan-hubungan dari pekerjaan yang diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi dan untuk kepuasan pegawai dalam melakukan pekerjaan.
Desain pekerjaan merupakan faktor penting dalam manajemen terutama manajemen operasi karena selain berhubungan dengan produktifitas juga menyangkut tenaga kerja yang akan melaksanakan kegiatan perusahaan (Sulipan, 2000). Desain pekerjaan harus dimiliki oleh setiap perusahaan karena dalam desain pekerjaan yang dilakukan adalah merakit sejumlah tugas menjadi sebuah pekerjaan agar pekerjaan yang dilakukan menjadi terarah dan jelas. Menurut (Sunarto,2005) desain pekerjaan memiliki tujuan agar :
1.       Efisiensi operasional, produktifitas dan kualitas pelayanan menjadi optimal
2.       Fleksibilitas dan kemampuan melaksanakan proses kerja secara horizontal dan hirarki
3.       Minat, tantangan, dan prestasi menjadi optimal
4.       Tanggung jawab tim ditetapkan sedemikian rupa, sehingga bisa meningkatkan kerja sama dan efektifitas tim
5.       Integrasi kebutuhan individu karyawan dengan kebutuhan organisasi.
Dalam mendesain pekerjaan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, faktor dapat berasal dari luar organisasi mauun dari dalam organisasi. Flippo melihat faktor-faktor yang dapat memengaruhi desain pekerjaan tersebut dimulai dari isi masing-masing spesialisasi pekerjaan dan bentuk operasi yang berulang-ulang, pertukaran teknologi, kebijaksanaan tenaga kerja, kemampuan para personil, tersedianya kesanggupan pegawai, interaksi masing-masing kepentingan dalam pekerjaan dan system, serta psikologi dan kebutuhan social dari setiap manusia yang ditemukan dalam bekerja.
Berikut ini adalah langkah-langkah dalam merancang suatu pekerjaan :
1.       Merancang cara-cara yang terbaik untuk orang-orang secara bergiliran, sesuai dengan tugasnya masing-masing
2.       Perubahan pekerjaan dalam bentuk pemberian tugas yang berulang-ulang
3.       Menyusun alat dan perlengkapan dalam usaha-usaha untuk memperkecil kehilangan waktu
4.       Membangun lingkungan pekerjaan dari hal-hal yang membisingkan, dukungan fasilitas yang memadai dengan tidak mengurangi efektifitas organisasi
5.       Mendesain alat-alat khusus dari pekerjaan
6.       Semua kegiatan sifatnya melelahkan diupayakan untuk menghilangkannya atau segala kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan yang sedang ditangani dihilangkan.
Dessler (2004) menjelaskan bahwa sebuah desain pekerjaan merupakan pernyataan tertulis tentang apa yang harus dilakukan oleh pekerjaan, bagaimana orang itu melakukannya dan bagaimana kondisi kerjanya. Desain pekerjaan mencakup hal-hal berikut ini :
1.       Identitas pekerjaan, identitas pekerjaan merupakan jabatan pekerjaan yang berisi nama pekerjaan seperti penyelenggaraan operasional dan manajer pemasaran.
2.       Hubungan tugas dan tanggung jawab, yaitu merinci tugas dan tanggung jawab secara nyata diuraikan secara terpisah agar jelas diketahui
3.       Standar wewenang pekerjaan, yaitu kewenangan dan standar pekerjaan yang harus dicapai oleh setiap pejabat harus jelas.
4.       Syarat kerja harus diuraikan dengan jelas seperti alat-alat, mesin, dan bahan baku yang akan dipergunakan untuk melakukan pekerjaan tersebut
5.       Ringkasan pekerjaan atau jabatan harus menguraikan bentuk umum pekerjaan dan mencantumkan fungsi-fungsi dan aktivitas utamanya
6.       Penjelasan tentang jabatan dibawah dan diatasnya, yaitu harus dijelaskan jabatan dari mana petuags dipromosikan dan kejabatan mana petugas akan di promosikan.

Mendesain Kembali Pekerjaan (job redesign)

Robbins melihat mendesain kembali pekerjaan (job redesign) merupakan kegiatan untuk merancang kembali pekerjaan tertntu yang berhubungan dnegan perubahan. Schermerhorn menyatakan bahwa mendesain kembali pekerjaan (job redesign) sebagai penyusunan kembali komponen-komponen dari tugas-tugas pada kebutuhan layak serta dalam rangka memperbaiki kemampuan individu.
Jadi, dapat disimpulkan kembali pekerjaan (job redesign) merupakan kegiatan perancangan ulang pekerjaan seperti tugas dan komponen-komponen yang berhubungan dengan pekerjaan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas maupun produktifitas.
Menurut Simamora (2004:118) teknik-teknik desain pekerjaan dapat dilakukan dengan cara:
1.       Simplikasi pekerjaan
2.       Rotasi pekerjaan
3.       Pemekaran pekerjaan
4.       Pemerkayaan pekerjaan

Pendekatan dan Teknik Desain Kerja (job redesign)

Menurut Hellriegel untuk mendesain pekerjaan (job redesign) dapat digunakan beberapa pendekatan sebagai berikut :
1.       Pengayaan kerja (job ecrichment)  dengan membuat pekerjaan menjadi lebih berarti, menarik dan menantang
2.       Perluasan kerja (job eniargement) dengan cara menambah tugas-tugas untuk macam-macam pekerjaan
3.       Seperangkat tujuan (goal setting) membangun tujuan, umpan balik dan dorongan dalam pelaksanaan pekerjaan
4.       Teknik kerja (job engineering)  pemusatan dan efesiensi kerja dan menganalisis pekerjaan
5.       Rotasi kerja (job rotation) membuat pekerjaan menjadi bervariasi

6.       Pendekatan sosioteknikal (sociotechnical approach) menentukan tanggung jawab pekerjaan untuk kelompok dan adanya keseimbangan antara aspek teknis dengan aspek sosial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar