Sistem Desain Kerja
Robins mengemukakan bahwa desain kerja (job desain) merupakan istilah yang
menunjukkan bagaimana tugas-tugas dikombinasikan untuk membentuk pekerjaan yang
lengkap. Scarborough mengemukakan bahwa desain pekerjaan dapat didefinisikan
sebagai isi, fungsi, dan hubungan-hubungan dari pekerjaan yang diarahkan untuk
mencapai tujuan organisasi dan untuk kepuasan pegawai dalam melakukan
pekerjaan.
Desain pekerjaan merupakan faktor penting
dalam manajemen terutama manajemen operasi karena selain berhubungan dengan
produktifitas juga menyangkut tenaga kerja yang akan melaksanakan kegiatan
perusahaan (Sulipan, 2000). Desain pekerjaan harus dimiliki oleh setiap
perusahaan karena dalam desain pekerjaan yang dilakukan adalah merakit sejumlah
tugas menjadi sebuah pekerjaan agar pekerjaan yang dilakukan menjadi terarah dan
jelas. Menurut (Sunarto,2005) desain pekerjaan memiliki tujuan agar :
1.
Efisiensi operasional,
produktifitas dan kualitas pelayanan menjadi optimal
2.
Fleksibilitas dan kemampuan
melaksanakan proses kerja secara horizontal dan hirarki
3.
Minat, tantangan, dan prestasi
menjadi optimal
4.
Tanggung jawab tim ditetapkan
sedemikian rupa, sehingga bisa meningkatkan kerja sama dan efektifitas tim
5.
Integrasi kebutuhan individu
karyawan dengan kebutuhan organisasi.
Dalam mendesain pekerjaan dapat dipengaruhi
oleh beberapa faktor, faktor dapat berasal dari luar organisasi mauun dari
dalam organisasi. Flippo melihat faktor-faktor yang dapat memengaruhi desain
pekerjaan tersebut dimulai dari isi masing-masing spesialisasi pekerjaan dan
bentuk operasi yang berulang-ulang, pertukaran teknologi, kebijaksanaan tenaga
kerja, kemampuan para personil, tersedianya kesanggupan pegawai, interaksi
masing-masing kepentingan dalam pekerjaan dan system, serta psikologi dan
kebutuhan social dari setiap manusia yang ditemukan dalam bekerja.
Berikut ini adalah langkah-langkah dalam
merancang suatu pekerjaan :
1.
Merancang cara-cara yang
terbaik untuk orang-orang secara bergiliran, sesuai dengan tugasnya
masing-masing
2.
Perubahan pekerjaan dalam
bentuk pemberian tugas yang berulang-ulang
3.
Menyusun alat dan perlengkapan
dalam usaha-usaha untuk memperkecil kehilangan waktu
4.
Membangun lingkungan pekerjaan
dari hal-hal yang membisingkan, dukungan fasilitas yang memadai dengan tidak
mengurangi efektifitas organisasi
5.
Mendesain alat-alat khusus dari
pekerjaan
6.
Semua kegiatan sifatnya
melelahkan diupayakan untuk menghilangkannya atau segala kegiatan yang tidak
ada hubungannya dengan kegiatan yang sedang ditangani dihilangkan.
Dessler (2004) menjelaskan bahwa sebuah
desain pekerjaan merupakan pernyataan tertulis tentang apa yang harus dilakukan
oleh pekerjaan, bagaimana orang itu melakukannya dan bagaimana kondisi
kerjanya. Desain pekerjaan mencakup hal-hal berikut ini :
1.
Identitas pekerjaan, identitas
pekerjaan merupakan jabatan pekerjaan yang berisi nama pekerjaan seperti
penyelenggaraan operasional dan manajer pemasaran.
2.
Hubungan tugas dan tanggung
jawab, yaitu merinci tugas dan tanggung jawab secara nyata diuraikan secara
terpisah agar jelas diketahui
3.
Standar wewenang pekerjaan,
yaitu kewenangan dan standar pekerjaan yang harus dicapai oleh setiap pejabat
harus jelas.
4.
Syarat kerja harus diuraikan
dengan jelas seperti alat-alat, mesin, dan bahan baku yang akan dipergunakan
untuk melakukan pekerjaan tersebut
5.
Ringkasan pekerjaan atau
jabatan harus menguraikan bentuk umum pekerjaan dan mencantumkan fungsi-fungsi
dan aktivitas utamanya
6.
Penjelasan tentang jabatan
dibawah dan diatasnya, yaitu harus dijelaskan jabatan dari mana petuags
dipromosikan dan kejabatan mana petugas akan di promosikan.
Mendesain
Kembali Pekerjaan (job redesign)
Robbins melihat mendesain kembali pekerjaan
(job redesign) merupakan kegiatan
untuk merancang kembali pekerjaan tertntu yang berhubungan dnegan perubahan.
Schermerhorn menyatakan bahwa mendesain kembali pekerjaan (job redesign) sebagai penyusunan kembali komponen-komponen dari
tugas-tugas pada kebutuhan layak serta dalam rangka memperbaiki kemampuan
individu.
Jadi, dapat disimpulkan
kembali pekerjaan (job redesign)
merupakan kegiatan perancangan ulang pekerjaan seperti tugas dan
komponen-komponen yang berhubungan dengan pekerjaan yang bertujuan untuk
meningkatkan kualitas maupun produktifitas.
Menurut Simamora
(2004:118) teknik-teknik desain pekerjaan dapat dilakukan dengan cara:
1.
Simplikasi
pekerjaan
2.
Rotasi
pekerjaan
3.
Pemekaran
pekerjaan
4.
Pemerkayaan
pekerjaan
Pendekatan dan Teknik Desain Kerja (job redesign)
Menurut Hellriegel untuk
mendesain pekerjaan (job redesign) dapat
digunakan beberapa pendekatan sebagai berikut :
1.
Pengayaan
kerja (job ecrichment) dengan membuat pekerjaan menjadi lebih berarti,
menarik dan menantang
2.
Perluasan
kerja (job eniargement) dengan cara
menambah tugas-tugas untuk macam-macam pekerjaan
3.
Seperangkat
tujuan (goal setting) membangun
tujuan, umpan balik dan dorongan dalam pelaksanaan pekerjaan
4.
Teknik kerja (job engineering) pemusatan dan efesiensi kerja dan menganalisis
pekerjaan
5.
Rotasi kerja (job rotation) membuat pekerjaan menjadi
bervariasi
6.
Pendekatan
sosioteknikal (sociotechnical approach) menentukan
tanggung jawab pekerjaan untuk kelompok dan adanya keseimbangan antara aspek
teknis dengan aspek sosial.