Kamis, 31 Maret 2016

Sistem Desain Kerja

Sistem Desain Kerja

Robins mengemukakan bahwa desain kerja (job desain) merupakan istilah yang menunjukkan bagaimana tugas-tugas dikombinasikan untuk membentuk pekerjaan yang lengkap. Scarborough mengemukakan bahwa desain pekerjaan dapat didefinisikan sebagai isi, fungsi, dan hubungan-hubungan dari pekerjaan yang diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi dan untuk kepuasan pegawai dalam melakukan pekerjaan.
Desain pekerjaan merupakan faktor penting dalam manajemen terutama manajemen operasi karena selain berhubungan dengan produktifitas juga menyangkut tenaga kerja yang akan melaksanakan kegiatan perusahaan (Sulipan, 2000). Desain pekerjaan harus dimiliki oleh setiap perusahaan karena dalam desain pekerjaan yang dilakukan adalah merakit sejumlah tugas menjadi sebuah pekerjaan agar pekerjaan yang dilakukan menjadi terarah dan jelas. Menurut (Sunarto,2005) desain pekerjaan memiliki tujuan agar :
1.       Efisiensi operasional, produktifitas dan kualitas pelayanan menjadi optimal
2.       Fleksibilitas dan kemampuan melaksanakan proses kerja secara horizontal dan hirarki
3.       Minat, tantangan, dan prestasi menjadi optimal
4.       Tanggung jawab tim ditetapkan sedemikian rupa, sehingga bisa meningkatkan kerja sama dan efektifitas tim
5.       Integrasi kebutuhan individu karyawan dengan kebutuhan organisasi.
Dalam mendesain pekerjaan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, faktor dapat berasal dari luar organisasi mauun dari dalam organisasi. Flippo melihat faktor-faktor yang dapat memengaruhi desain pekerjaan tersebut dimulai dari isi masing-masing spesialisasi pekerjaan dan bentuk operasi yang berulang-ulang, pertukaran teknologi, kebijaksanaan tenaga kerja, kemampuan para personil, tersedianya kesanggupan pegawai, interaksi masing-masing kepentingan dalam pekerjaan dan system, serta psikologi dan kebutuhan social dari setiap manusia yang ditemukan dalam bekerja.
Berikut ini adalah langkah-langkah dalam merancang suatu pekerjaan :
1.       Merancang cara-cara yang terbaik untuk orang-orang secara bergiliran, sesuai dengan tugasnya masing-masing
2.       Perubahan pekerjaan dalam bentuk pemberian tugas yang berulang-ulang
3.       Menyusun alat dan perlengkapan dalam usaha-usaha untuk memperkecil kehilangan waktu
4.       Membangun lingkungan pekerjaan dari hal-hal yang membisingkan, dukungan fasilitas yang memadai dengan tidak mengurangi efektifitas organisasi
5.       Mendesain alat-alat khusus dari pekerjaan
6.       Semua kegiatan sifatnya melelahkan diupayakan untuk menghilangkannya atau segala kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan yang sedang ditangani dihilangkan.
Dessler (2004) menjelaskan bahwa sebuah desain pekerjaan merupakan pernyataan tertulis tentang apa yang harus dilakukan oleh pekerjaan, bagaimana orang itu melakukannya dan bagaimana kondisi kerjanya. Desain pekerjaan mencakup hal-hal berikut ini :
1.       Identitas pekerjaan, identitas pekerjaan merupakan jabatan pekerjaan yang berisi nama pekerjaan seperti penyelenggaraan operasional dan manajer pemasaran.
2.       Hubungan tugas dan tanggung jawab, yaitu merinci tugas dan tanggung jawab secara nyata diuraikan secara terpisah agar jelas diketahui
3.       Standar wewenang pekerjaan, yaitu kewenangan dan standar pekerjaan yang harus dicapai oleh setiap pejabat harus jelas.
4.       Syarat kerja harus diuraikan dengan jelas seperti alat-alat, mesin, dan bahan baku yang akan dipergunakan untuk melakukan pekerjaan tersebut
5.       Ringkasan pekerjaan atau jabatan harus menguraikan bentuk umum pekerjaan dan mencantumkan fungsi-fungsi dan aktivitas utamanya
6.       Penjelasan tentang jabatan dibawah dan diatasnya, yaitu harus dijelaskan jabatan dari mana petuags dipromosikan dan kejabatan mana petugas akan di promosikan.

Mendesain Kembali Pekerjaan (job redesign)

Robbins melihat mendesain kembali pekerjaan (job redesign) merupakan kegiatan untuk merancang kembali pekerjaan tertntu yang berhubungan dnegan perubahan. Schermerhorn menyatakan bahwa mendesain kembali pekerjaan (job redesign) sebagai penyusunan kembali komponen-komponen dari tugas-tugas pada kebutuhan layak serta dalam rangka memperbaiki kemampuan individu.
Jadi, dapat disimpulkan kembali pekerjaan (job redesign) merupakan kegiatan perancangan ulang pekerjaan seperti tugas dan komponen-komponen yang berhubungan dengan pekerjaan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas maupun produktifitas.
Menurut Simamora (2004:118) teknik-teknik desain pekerjaan dapat dilakukan dengan cara:
1.       Simplikasi pekerjaan
2.       Rotasi pekerjaan
3.       Pemekaran pekerjaan
4.       Pemerkayaan pekerjaan

Pendekatan dan Teknik Desain Kerja (job redesign)

Menurut Hellriegel untuk mendesain pekerjaan (job redesign) dapat digunakan beberapa pendekatan sebagai berikut :
1.       Pengayaan kerja (job ecrichment)  dengan membuat pekerjaan menjadi lebih berarti, menarik dan menantang
2.       Perluasan kerja (job eniargement) dengan cara menambah tugas-tugas untuk macam-macam pekerjaan
3.       Seperangkat tujuan (goal setting) membangun tujuan, umpan balik dan dorongan dalam pelaksanaan pekerjaan
4.       Teknik kerja (job engineering)  pemusatan dan efesiensi kerja dan menganalisis pekerjaan
5.       Rotasi kerja (job rotation) membuat pekerjaan menjadi bervariasi

6.       Pendekatan sosioteknikal (sociotechnical approach) menentukan tanggung jawab pekerjaan untuk kelompok dan adanya keseimbangan antara aspek teknis dengan aspek sosial.

Analisis Sistem

Analisis Sistem

Definisi Analisis Sistem

Blaxter et.al (2001:291) dalam “How to Research”  mengungkapkan bahwa analisis merupakan sebuah proses berkelanjutan dalam penelitian, dengan analisis awal menginformasikan data yang kemudian dikumpulkan. Sistem adalah sekumpulan unsur atau elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan. Jadi, analisis sistem adalah suatu metode atau teknik yang digunakan dalam pemecahan masalah atau pengambilan keputusan, analisis juga meliputi kesadaran akan adanya suatu masalah, mengidentifikasi, menganalisis dan sintesis dari berbagai faktor yang mempengaruhi.

Tahapan Analisis Sistem

Tahap analisis sistem merupakan prosedur yang penting karena kesalahan atau kelemahan sistem yang terjadi akan menyebabkan kesalahan ditahap selanjutnya. Oleh karena itu, merencanakan suatu sistem yang baru dapat diharapkan memfungsikan sistem yang sebelumnya. Langkah-langkah yang harus dilakukan oleh analisis sistem :
1.       Indetify yaitu mengidentifikasi masalah yang ada, menemukan penyebabnya maslaah tersebut.
2.       Understand yaitu memahami kerja dari sistem yang ada.
3.       Analyze yaitu menganalisis sistem.
4.       Report yaitu membuat laporan atas hasil analisis tujuan.
Analisis sistem dilaksanakan dengan maksud untuk meneliti terhadap sistem yang ada dan mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan informasi. Analisis sistem biasanya lebih diarahkan kepada masalah-masalah operasional organisasi dengan suatu pandangan untuk mencapai tujuantujuan tertentu dan penggunaan sumber daaya secara efisien. Analisis sistem berbeda dengan pendekatan sistem. Dalam pendekatan sistem proses berhubungan dengan penggunaan logika sistem dalam menjelaskan fenomena. Hasil dari pendekatan sistempun berupa ‘deskripsi’ atau ‘prediksi’. Hal terpenting dari metode ilmiah adalah ‘verifikasi’. Kebenaran ilmiah setelah diverifikasi atau diuji kembali atau dengan kata lain kebenaran ilmiah sinonim dengan kebenaran yang diuji. Hasil prediksi dari analisis sistem berdasarkan pendekatan analisa matematik dan logika dalam matematika.

Analisis Misi

Misi adalah keseluruhan aktivitas, masukan, keluaran atau hasil yang merupakan hal komplit atau hal yang dapat merubah kondisi sesuatu atau seseorang menjadi sempurna. Analisis misi adalah suatu penentuan kemana tujuan kita. Analisis misi dapat menghasilkan tujuan dan kebutuhan yang dapat diukur pencapaian hasil sistem. Selama kita mengetahui prosedur rancangan sistem pendidikan dimulai darimana perencanaan itu diawali, kemana perencanaan itu diarahkan. Bagian berikutnya dari analisis sistem adalah penyampaian rencana (wajah misi) dengan memperlihatkan atau menampilkan kegiatan dan program dari hal-hal terkecil dalam rangka memecahkan masalah. Jadi, misi dapat dipandang sebagai suatu rumusan tugas, kewajiban dan wewenang organisasi dalam rangka pengembangan sumberdaya manusia dan pengembangan bidang.

Analisis Fungsi

fungsi dalam pengertian matematika adalah adanya keterkaitan antara unsur yang satu dengan unsur yang lain. Fungsi juga merupakan suatu kesimpulan dari berbagai pekerjaan atau tugas-tugas dalam mencapai suatu tujuan yang ingin dicapai. Analisis fungsi merupakan proses pemecahan sesuatu kedalam beberapa bagian komponen untuk diidentifikasi dan mengetahui kontribusi masing-masing komponen dalam mencapai suatu tujuan. (Kaufman, 1998)
·         identifikasi analisis fungsidalam pelaksanaannya analisis fungsi dapat diidentifikasi:
1.       apa yang harus dikerjakan?
2.       Dalam urutan apakah kita melaksanakannya?
3.       Terdiri dari komponen manakah setiap higher level function?
4.       Apakah ada hubungan antara fungsi yang satu dengan fungsi yang lain?
Salah satu hasil kritis dalam analisis fungsi adalah membahas diri dari kekeliruan-kekeliruan pada masa yang lalu dan memperoleh cara-cara baru dan lebih baik untuk melaksanakan sesuatu. Setelah fungsi-fungsi yang diperlukan sudah diidentifikasi maka langkah-langkah berikutnya adalah melakukan analisis fungsi. Menentukan tingkat kesiapan masing-masing fungsi beserta faktor-faktornya. Dalam melakukan analisis terhadap fungsi beserta faktir-faktornya berlaku ketentuan bahwa untuk tingkat kesiapan yang memadai sasaran dinyatakan sebagai kekuatan faktor internal atau faktor eksternal. Kelemahan atau ancaman pada faktor internal atau eksternal yang memiliki tingkat kesiapan kurang memadai disebut masalah. Selama ada fungsi yang tidak siap atau masih ada masalah, maka sasaran yang telah ditetapkan diduga tidak akan tercapai, perlu dilakukan tindakan untuk mengubah fungsi yang tidak siap menjadi siap.

Analisis Tugas

Analisis tugas adalah akhir dari analisis yang akan dilakukan. Bentuk dari analisis tugas dari sistem perencanaan pendidikan adalah dimulai dari kegiatan mengidentifikasi dan menentukan kebutuhan, menentukan masalah, menentukan langkah pemecahan, menentukan strategi, dan menyelesaikan seta memilih alternative untuk memecahkan masalah.

Analisis Metode

 Analisis metode diperlukan setelah analisis misi, analisis fungsi, dan analisis tugas yang lengkap atau dapat dilaksanakan secara parallel dengan masing-masing, sebagai analisis kemajuan dari kebutuhan tambahan. Dengan menggunakan analisis metode setiap fungsi akan terjabar dan terurai. Analisis sistem menentukan apa yang akan dilakukan dari penyelesaian masalah. Alat untuk menganalisis dan sintesa sangat dibutuhkan dalam rancangan sistem. Metode seleksi dan pemilihan alternative dapat dilakukan dengan mengidentifikasi fungsi secara bervariasi dan tugas yang ditetapkan untuk orang, perlengkapan, orang dan perlengkapan yang dikombinasikan.

Ruang Lingkup Analisis Sistem

Ada beberapa filosofis yang mesti dihayati dalam menggunakan berpikir sistem, yaitu :
1.       Dasar pemikiran dari berpikir sistem adalah logika sistem.
2.       Penggunaan konsep sistem akan terbukti berguna jika digabungkan dengan usaha-usaha untuk investigasi
3.       Mendukung sepenuh hati pendapat dari Philip dan Mosher, bahwa berpikir sistem tidak mempunyai sejarah yang jelas.
4.       Sebagian orang tidak setuju bahwa berpikir sistem yang gagal disebut sebagai teori ilmiah karena gagal mengdefinisikan secara tegas apa itu sistem.
5.       Pendekatan sistem tidak efisien.
6.       Doktrin dari berpikir sistem didasarkan pada latar belakang ilmiah yang mantap, dan bukan berdasarkan pendapat tahayul-metafisika.
Dalam melakukan analisis sistem diperlukan bermacam-macam informasi yang berasal dari bagian yang ada di dalam organisasi. Menurut Winardi (1998) ada empat macam cara pendekatan yang digunakan untuk mengembangkan sistem informasi, yaitu :
1.       Pendekatan hirarkis dengan prosesing data yang bersifat sentralisasi
2.       Pendekatan hirarkis dengan prosesing data yang bersifat disentralisasi
3.       Pendekatan sistem dengan suatu sistem informasi yang terintegrasi
4.       Pendekatan sistem dengan sebuah sistem informasi yang didistribusi
Ruang lingkup dari analisis sistem dapat berbeda dipandang dari sudut jangka waktu, kompleksitas, dan biaya untuk melaksanakannya. Ruang lingkup analisis sistem harus ditetapkan secara jelas pada waktu-waktu tertentu guna menghadapi faktor-faktor pembatasan-pembatasan biaya dan waktu.
Winardi menyatakan bahwa hasil akhir dari analisis sistem dapat berupa alternatif-alternatif sebagai berikut :
1.       Hentikan pekerjaan, pekerjaan tidak dapat dilanjutkan karena tidak adanya pertimbangan-pertimbangan tertntu yang terjadinya suatu perubahan tertentu pada pihak manajemen, yaitu terdapatnya TEOS (technical feasibility, economical feasibility, operational feasibility and schedule feasibility) oleh karena itu perlu diarahkan analisis sistem pada proyek-proyek yang lain.
2.       Situasi dimana pekerjaan dihentikan, pada situasi ini sering terjadi da nada hal-hal yang menyebabkan kekurangan dana atau sikap konservatif dari pihak manajemen. Adanya kemungkinan biaya yang diajukan pada waktu sekarang tidak dapat diterima,mungkin pada waktu yang akan dating dapat diterima.
3.       Modifikasi, pihak manajer memutuskan aspek-aspek tertentu perlu diubah dan dikombinasikan dengan sistem atau sistem yang lain sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan organisasi.
4.       Pekerjaan dilanjutkan secara bertahap, pekerjaan analisis sistem akan berlangsung sebagaimana yang telah diusulkan sebelumnya, akan tetapi proposal terakhir harus diimplementasikan dan disahkan sesuai dengan kemungkinan-kemungkinan pada TEOS.
5.       Pekerjaan boleh dilanjutkan tanpa syarat, banyak usulan atau proposal sistem atau sub sistem yang dibenarkan oleh pihak manajemen, terutama tentang biaya-biaya yang dikeluarkan akan melampaui keuntungan yang dapat diukur. 



Pendekatan Sistem Sebagai Proses Manajemen Pendidikan

Pendekatan Sistem Sebagai Proses Manajemen Pendidikan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sistem merupakan perngkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk sebuah totalitas. Prof. Wagiono Ismagil, (1982) pendekatan sistem adalah suatu pendekatan analisis organisasi yang mempergunakan ciri-ciri sistem sebagai titik tolak analisis. Pendekatan sistem dalam manajemen dirancang untuk memanfaatkan analisis ilmiah dalam suatu organisasi yang kompleks. Pendekatan dilihat dari pendidikan dan pelatihan adalah cara yang sistematis mengidentifikasi, mengembangkan dan mengevaluasi sekumpulan bahan dan strategi bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan yang khusus. Jadi, pendekatan sistem adalah cara berpikir dari masing-masing orang. Pendekatan sistem merupakan cara berpikir yang kaya akan konsep dan praktek.

Sistem Perencanaan

Sistem perencanaan terdiri dari dua kata, yaitu system dan perencanaan. Ludwig Von Bertallanffy mengemukakan bahwa system adalah sekumpulan unsur yang berada dalam keadaan yang berinteraksi, dan perencanaan menurut Garth N. Jone adalah suatu proses pemilihan dan pengembangan dari pada tindakan yang paling baik untuk pencapaian tugas. Jadi, sistem perencanaan merupakan sekumpulan unsur atau tindakan yang berada dalam keadaan yang berinteraksi untuk memilih tindakan yang paling baik untuk pencapaian tugas.

Tujuan Perencanaan

Stephen Robbins dan Mary Coulter mengemukakan ada empat tujuan perencanaan yaitu :
1.       Untuk memberikan pengarahan baik untuk manajer maupun karyawan non-manajerial
2.       Untuk mengurangi ketidakpastian
3.       Untuk meminimalisir pemborosan
4.       Untuk menetapkan tujuan dan standar proses pengontrolan dan pengevaluasian
Adapun tugas utama dari menganalisis sistem. Diantaranya meliputi : menentukan lingkup sistem, mengumpulkan fakta, menganalisis fakta, dan mengkomunikasikan temuan-temuan tersebut melalui laporan analisis sistem

Tanggung jawab Manajer

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) manajer adalah orang yang mengatur pekerjaan atau kerja sama diantara berbagai kelompok atau sejumlah orang untuk mencapai sasaran. Manajer orang yang berwenang dan bertanggung jawab membuat rencana, mengatur, memimpin, dan mengendalikan pelaksanaannya untuk mencapai sasaran tertentu.
MacDonal, (1969) menyampaikan lima bagian proses manajemen pendidikan bertujuan pada pencapaian arti dan objek yang termasuk kendala fungsi-fungsi manajemen, seperti : perencanaan, pengorganisasian, penstafan, pengarahan dan pengawasan.
Manajemen pendidikan terkandung enam langkah kegiatan, diantaranya sebagai berikut :
1.       Mengidentifikasikan masalah yang dibutuhkan dan masalah
2.       Menentukan keperluan untuk menyelesaikan masalah dan menetapkan kemungkinan penyelesaiannya
3.       Strategi penyelesaian dan peralatan yang digunakan
4.       Strategi penyelesaian penerapan meliputi manajemen dan strategi penyelesaian pengawasan dan perawatan
5.       Pekerjaan dinilai berdasarkan keberhasilan di atas kebutuhan yang lebih dahulu diperlukan
6.       Menciptakan langkah baru yang telah diperbaiki
Tingkatan seorang manajer
·         Manajer tingkat atas (top-level managers) adalah para eksekutif dari sebuah organisasi yang bertanggung jawab terhadap keseluruhan manajemennya.
·         Manajer tingkat menengah (middle-level managers) biasanya disebut manajer taktis, bertanggung jawab untuk menerjemahkan tujuan-tujuan dan rencana-rencana umum yang dibuat oleh para manajer strategis ke dalam sasaran-sasaran dan aktivitas-aktivitas yang lebih spesifik
·         Manajer garis depan (frontline managers) atau manajer operasional adalah manajer pada tingkat lebih rendah yang mengawasi operasi-operasi organisasi.

Keahlian seorang manajer
1.      Keahlian teknis adalah tugas khusus yang melibatkan sebuah metide atas proses khusus
2.       Keahlian konsetual dan pengambilan keputusan mencakup kemampuan untuk mengenali dan memecahkan masalah-masalah demi kepentingan organisasi dan setiap orang yang terlibat
3.       Keahlian interpersonal dan komunikasi adalah kemampuan para manajer untuk bekerja dengan baik dengan orang-orang. Keahlian ini biasanya disebut people skills. Karena para manajer menghabiskan waktunya untuk berinteraksi dengan orang-orang maka para manajer harus mengembangkan kemampuan-kemampuan untuk memimpin, memotivasi, dan berkomunikasi secara efektif

Model Sistem Sibernetika


Sibernetika merupakan sebuah interdisiplin tentang struktur sistem regulasi (pengaturan). Sibernetika berhubungan erat dengan teori informasi, teori pengendalian, dan teori sistem. Dalil sibernetika adalah setiap sistem dapat dianalisis secara efektif melalui kegiatan-kegiatan komunikasi dan pengawasan. Model sibernetika mengupayakan alat untuk menilai umpan balik dan dampak terhadap keadaan sistem pemantauan kegiatan sistem dan pengadaptasian sistem untuk kepentingan sistem untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Dalam sistem sibernetika dibutuhkan program pengolahan data, maka Komputer sangat berperan dalam model sibernetika ini. 

Pendekatan Sistem: Jaringan Kerja & PERT

Pendekatan Sistem: Jaringan Kerja & PERT

Pendekatan sistem adalah upaya untuk melakukan pemecahan masalah yang dilakukan dengan melihat masalah yang ada secara menyeluruh dan melakukan analisis secara sistem. Masalah yang sering timbul di dalam perencanaan adalah tidak konsistennya sistem perencanaan dengan kebutuhan di lapangan, karena para pengambil keputusan dalam membuat perencanaan sering mengabaikan pendekatan sistem dalam perencanaan. Bentuk penerapan konsep pendekatan sistem dalam perencanaan pekerjaan dalam suatu organisasi adalah melalui perencanaan jaringan kerja.
Usaha-usaha yang dapat dilakukan dalam pendekatan sistem yaitu (1) usaha persiapan, di dalam usaha persiapan ini pimpinan didalam suatu organisasi dapat memecahkan masalah sama halnya dengan menyediakan orientasi sistem. (2) usaha definisi, usaha mengidentifikasi masalah yang ada, atau yang akan ada di dalam suatu kegiatan atau organisasi dan dapat memahami masalah dengan mempelajari masalah tersebut untuk mencari solusinya. (3) usaha solusi, usaha pimpinan dalam mengidentifikasi bermacam-macam cara untuk memecahkan permasalahan yang sama, dan menemukan solusi dengan mengambil satu alternative dan mempertimbangkan kerugian dan keuntungan dari setiap alternative. Manfaat pendekatan sistem yaitu untuk perencanaan pekerjaan lebih terkonsep, meminimalisir masalah yang ada dalam sistem, membantu dalam mencari solusi serta alternative dari setiap permasalahan yang timbul, untuk mengetahui arah dan tujuan dari pekerjaan dapat direncanakan dengan jelas, dan untuk menuntut para pekerja untuk berfikir sistematis.

Jaringan Sistem

                Jaringan sistem adalah suatu sistem kontrol proyek dengan cara menguraikan pekerjaan menjadi komponen-komponen yang dinamakan kegiatan (activity). Perencanaan jaringan kerja sangat bermanfaat bagi para pimpinan atau administrator dalam mengarahkan dan menempatkan para pekerja pada bidang dan tanggung jawabnya masing-masing. Di dalam jaringan kerja juga terdapat analisis jaringan kerja yang merupakan suatu teknik manajemen yang bermanfaat dalam mendesain, merencanakan, dan menganalisis suatu sistem. Jaringan kerja mempunyai kegunaan untuk menyusun urutan kegiatan proyek, membuat perkiraan jadwal proyek, dan meminimalisasi kemungkinan ketidaktepatan penggunaan sumber daya.
                Keuntungan dari adanya jaringan kerja yaitu dapat merencanakan suatu proyek lebih detail, pengaturan waktu, usaha dan perhatian tertentu secara intensif, perencanaan jaringan kerja sangat membantu dalam komunikasi, dan dengan perencanaan jaringan kerja sangat besar kemungkinan pelaksanaan proyek secara lebih ekonomis dan dapat mendayagunakan berbagai sumber yang dibutuhkan.


Langkah-langkah Dalam Menyusun Jaringan Kerja

                Ada beberapa tahapan yang diperlukan dalam menyusun jaringan kerja, yaitu : (1) inventarisasi kegiatan-kegiatan dalam suatu proyek. (2) perhatikan saling ketergantungan atau logika ketergantungan antara kegiatan yang satu dengan kegiatan yang lainnya. (3) penunjukkan unsur waktu dapat ditentukan baik berdasarkan pengalaman teori serta perhitungan tertentu, baik menyangkut kapan kegiatan dimulai maupun kegiatan tersebut berakhir. Bentuk jaringan kerja yang menggunakan pendekatan sistem adalah PERT (Program Evaluation and Review Technique).


PERT

                PERT adalah singkatan dari Programme Evaluation and Review Technique (teknik pengevaluasian dan peninjauan kembali). PERT secara fundamental merupakan representasi diagramatik sebagaimana suatu alat grafik bagi manajemen. PERT dugunakan untuk menghadapi situasi dengan kadar ketidakpastian (uncertainty)  yang tinggi pada aspek kurun waktu kegiatan, fungsi dari CPM sama halnya dengan PERT sebagai alat teknik dalam penyusunan jaringan kerja. Perbedaan mendasar antara PERT dengan CPM ialah PERT lebih memfokuskan pada pekerjaannya dan dilakukan sebelum kegiatan dilakukan, sedangkan CPM memfokuskan pada aktivitas atau kegiatannya dan dilakukan setelah kegiatan.
                Metode PERT adalah metode pengelolaan yang merupakan alat bagi seorang pimpinan untuk dapat menghasilkan suatu perencanaan yang baik dan lengkap, serta berfungsi dalam melakukan pengawasan. Dengan PERT kita dapat mengetahui semua unsur yang tertuju kepada pemecahan masalah.

Sejarah PERT

Latar belakang PERT dimulai ketika berselangnya Gantt (Bar) dan Milestone Charts berkembang dan diterapkan sebagai sistem dalam manajemen. Pada tahun 1956, Dupont mencoba melakukan penyelidikan akan kegunaan computer dalam usaha penyempurnaan, perencanaan, penjadwalan, dan pelaporan perkembangan perusahaan permesinan, kemudaian pada tahun 1957, angkatan lau, AS mempunyai proyek khusus yaitu perkembangan proyek “Polaris”. Proyek Polaris adalah sistem persenjataan yang sangat rumit yang melibatkan ratusan kontraktir dan ribuan sub kontraktor yang harus melakukan koordinasi yang baik.
PERT dikembangkan dalam tahun 1950-an oleh Angkatan Laut Amerika Serikat dengan bantuan perusahaan konsultan manajemen Booz, Allen & Hamilton. PERT merupakan metoda analisis yang dirancang untuk melakukan scheduling dan pengawasan proyek-proyek yang bersifat kompleks dan yang melakukan kegiatan-kegiatan tertentu yang harus dijalankan dalam urutan tertentu adalah pertimbangan utama dalam penggunaan jaringan atau aliran rencana PERT.

Komponen-komponen Dalam PERT

Berikut ini merupakan komponen-komponen dalam PERT, yaitu :
1.       Peristiwa (event) merupakan tonggak pelaksanaan kegiatan tertentu dalam rencana program yang menandai mulai dan berakhirnya suatu kegiatan. Peristiwa tidak mengkonsumsi waktu ataupun sumber daya, dan biasanya ditunjukkan dengan tanda lingkaran.
2.       Kegiatan (activity) adalah unsur yang merupakan bagian dari keseluruhan pekerjaan yang harus dilaksanakan. Kegiatan memerlukan waktu dan sumber daya, dan ditunjukkan dengan tanda panah.
3.       Waktu kegiatan (activity time) dibagi dalam tiga penyelesaian waktu kegiatannya, yaitu:
·         waktu optimis (To), waktu kegiatan bila semua berjalan dengan baik tanpa hambatan atau penundaan-penundaan
·         waktu realistic (Te), waktu yang mestinya terjadi bila suatu kegiatan dalam keadaan normal (ada penundaan ditolerir)
·         waktu pesimis (Tp), waktu kegiatan bila terjadi hambatan atau penundaan melebihi dari seharusnya

Ketentuan Dalam Penyusunan Jaringan Kerja

Agar tidak terjadinya kesalahan dalam menyusun jaringan kerja, perlu diketahui beberapa ketentuan dalam penyusunan jaringan kerja, yaitu :
a.       suatu peristiwa tidak dapat terjadi sebelum kegiatan yang mendahuluinya selesai.
b.      Sebelum suatu kegiatan dapat dimulai, semua kegiatan yang mendahuluinya harus sudah selesai.
c.       Suatu peristiwa tidak boleh terjadi dua kali, tidak dibolehkan kejadian yang berulang, yaitu kejadian yang kembali ke peristiwa sebelumnya.
d.      Setiap kejadian tertuju pada satu peristiwa.
e.      Perhitungan selalu dimulai dari kiri ke kanan.
f.        Semua kegiatan dalam jaringan kerja harus selesai pada tujuan akhir.
g.       Panah hanya menunjukkan logika bahwa suatu aktivitas mendahului aktivitas yang lain yang mengikutinya, dan panjang panah tidak mempunyai arti apa-apa.
h.      Menggambarkan kegiatan majemuk dalam jaringan kerja perlu dipecahkan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
i.         Jaringan melingkar perlu dihindari.

j.        Jika terjadi suatu peristiwa tergantung atau bebas tanpa hubungan, itulah yang biasanya dinamakan jangan bergantung.