Analisis Sistem
Definisi Analisis Sistem
Blaxter et.al (2001:291) dalam “How to Research” mengungkapkan bahwa analisis merupakan sebuah
proses berkelanjutan dalam penelitian, dengan analisis awal menginformasikan
data yang kemudian dikumpulkan. Sistem adalah sekumpulan unsur atau elemen yang
saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk
mencapai suatu tujuan. Jadi, analisis sistem adalah suatu metode atau teknik
yang digunakan dalam pemecahan masalah atau pengambilan keputusan, analisis
juga meliputi kesadaran akan adanya suatu masalah, mengidentifikasi,
menganalisis dan sintesis dari berbagai faktor yang mempengaruhi.
Tahapan Analisis Sistem
Tahap analisis
sistem merupakan prosedur yang penting karena kesalahan atau kelemahan sistem
yang terjadi akan menyebabkan kesalahan ditahap selanjutnya. Oleh karena itu,
merencanakan suatu sistem yang baru dapat diharapkan memfungsikan sistem yang
sebelumnya. Langkah-langkah yang harus dilakukan oleh analisis sistem :
1.
Indetify yaitu mengidentifikasi masalah
yang ada, menemukan penyebabnya maslaah tersebut.
2.
Understand yaitu memahami kerja dari
sistem yang ada.
3.
Analyze yaitu menganalisis sistem.
4.
Report yaitu membuat laporan atas hasil
analisis tujuan.
Analisis sistem
dilaksanakan dengan maksud untuk meneliti terhadap sistem yang ada dan
mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan informasi. Analisis sistem biasanya lebih
diarahkan kepada masalah-masalah operasional organisasi dengan suatu pandangan
untuk mencapai tujuantujuan tertentu dan penggunaan sumber daaya secara
efisien. Analisis sistem berbeda dengan pendekatan sistem. Dalam pendekatan
sistem proses berhubungan dengan penggunaan logika sistem dalam menjelaskan
fenomena. Hasil dari pendekatan sistempun berupa ‘deskripsi’ atau ‘prediksi’.
Hal terpenting dari metode ilmiah adalah ‘verifikasi’. Kebenaran ilmiah setelah
diverifikasi atau diuji kembali atau dengan kata lain kebenaran ilmiah sinonim
dengan kebenaran yang diuji. Hasil prediksi dari analisis sistem berdasarkan
pendekatan analisa matematik dan logika dalam matematika.
Analisis Misi
Misi adalah
keseluruhan aktivitas, masukan, keluaran atau hasil yang merupakan hal komplit
atau hal yang dapat merubah kondisi sesuatu atau seseorang menjadi sempurna.
Analisis misi adalah suatu penentuan kemana tujuan kita. Analisis misi dapat
menghasilkan tujuan dan kebutuhan yang dapat diukur pencapaian hasil sistem.
Selama kita mengetahui prosedur rancangan sistem pendidikan dimulai darimana
perencanaan itu diawali, kemana perencanaan itu diarahkan. Bagian berikutnya
dari analisis sistem adalah penyampaian rencana (wajah misi) dengan
memperlihatkan atau menampilkan kegiatan dan program dari hal-hal terkecil
dalam rangka memecahkan masalah. Jadi, misi dapat dipandang sebagai suatu
rumusan tugas, kewajiban dan wewenang organisasi dalam rangka pengembangan
sumberdaya manusia dan pengembangan bidang.
Analisis Fungsi
fungsi dalam
pengertian matematika adalah adanya keterkaitan antara unsur yang satu dengan
unsur yang lain. Fungsi juga merupakan suatu kesimpulan dari berbagai pekerjaan
atau tugas-tugas dalam mencapai suatu tujuan yang ingin dicapai. Analisis
fungsi merupakan proses pemecahan sesuatu kedalam beberapa bagian komponen
untuk diidentifikasi dan mengetahui kontribusi masing-masing komponen dalam
mencapai suatu tujuan. (Kaufman, 1998)
·
identifikasi analisis
fungsidalam pelaksanaannya analisis fungsi dapat diidentifikasi:
1.
apa yang harus dikerjakan?
2.
Dalam urutan apakah kita
melaksanakannya?
3.
Terdiri dari komponen manakah
setiap higher level function?
4.
Apakah ada hubungan antara
fungsi yang satu dengan fungsi yang lain?
Salah satu hasil
kritis dalam analisis fungsi adalah membahas diri dari kekeliruan-kekeliruan
pada masa yang lalu dan memperoleh cara-cara baru dan lebih baik untuk
melaksanakan sesuatu. Setelah fungsi-fungsi yang diperlukan sudah
diidentifikasi maka langkah-langkah berikutnya adalah melakukan analisis
fungsi. Menentukan tingkat kesiapan masing-masing fungsi beserta
faktor-faktornya. Dalam melakukan analisis terhadap fungsi beserta faktir-faktornya
berlaku ketentuan bahwa untuk tingkat kesiapan yang memadai sasaran dinyatakan
sebagai kekuatan faktor internal atau faktor eksternal. Kelemahan atau ancaman
pada faktor internal atau eksternal yang memiliki tingkat kesiapan kurang
memadai disebut masalah. Selama ada fungsi yang tidak siap atau masih ada
masalah, maka sasaran yang telah ditetapkan diduga tidak akan tercapai, perlu
dilakukan tindakan untuk mengubah fungsi yang tidak siap menjadi siap.
Analisis Tugas
Analisis tugas
adalah akhir dari analisis yang akan dilakukan. Bentuk dari analisis tugas dari
sistem perencanaan pendidikan adalah dimulai dari kegiatan mengidentifikasi dan
menentukan kebutuhan, menentukan masalah, menentukan langkah pemecahan,
menentukan strategi, dan menyelesaikan seta memilih alternative untuk
memecahkan masalah.
Analisis Metode
Analisis metode diperlukan setelah analisis
misi, analisis fungsi, dan analisis tugas yang lengkap atau dapat dilaksanakan
secara parallel dengan masing-masing, sebagai analisis kemajuan dari kebutuhan
tambahan. Dengan menggunakan analisis metode setiap fungsi akan terjabar dan
terurai. Analisis sistem menentukan apa yang akan dilakukan dari penyelesaian
masalah. Alat untuk menganalisis dan sintesa sangat dibutuhkan dalam rancangan
sistem. Metode seleksi dan pemilihan alternative dapat dilakukan dengan
mengidentifikasi fungsi secara bervariasi dan tugas yang ditetapkan untuk
orang, perlengkapan, orang dan perlengkapan yang dikombinasikan.
Ruang Lingkup Analisis Sistem
Ada beberapa filosofis
yang mesti dihayati dalam menggunakan berpikir sistem, yaitu :
1.
Dasar pemikiran dari berpikir
sistem adalah logika sistem.
2.
Penggunaan konsep sistem akan
terbukti berguna jika digabungkan dengan usaha-usaha untuk investigasi
3.
Mendukung sepenuh hati pendapat
dari Philip dan Mosher, bahwa berpikir sistem tidak mempunyai sejarah yang
jelas.
4.
Sebagian orang tidak setuju
bahwa berpikir sistem yang gagal disebut sebagai teori ilmiah karena gagal
mengdefinisikan secara tegas apa itu sistem.
5.
Pendekatan sistem tidak
efisien.
6.
Doktrin dari berpikir sistem
didasarkan pada latar belakang ilmiah yang mantap, dan bukan berdasarkan
pendapat tahayul-metafisika.
Dalam melakukan
analisis sistem diperlukan bermacam-macam informasi yang berasal dari bagian
yang ada di dalam organisasi. Menurut Winardi (1998) ada empat macam cara
pendekatan yang digunakan untuk mengembangkan sistem informasi, yaitu :
1.
Pendekatan hirarkis dengan
prosesing data yang bersifat sentralisasi
2.
Pendekatan hirarkis dengan
prosesing data yang bersifat disentralisasi
3.
Pendekatan sistem dengan suatu
sistem informasi yang terintegrasi
4.
Pendekatan sistem dengan sebuah
sistem informasi yang didistribusi
Ruang lingkup
dari analisis sistem dapat berbeda dipandang dari sudut jangka waktu,
kompleksitas, dan biaya untuk melaksanakannya. Ruang lingkup analisis sistem
harus ditetapkan secara jelas pada waktu-waktu tertentu guna menghadapi
faktor-faktor pembatasan-pembatasan biaya dan waktu.
Winardi
menyatakan bahwa hasil akhir dari analisis sistem dapat berupa alternatif-alternatif
sebagai berikut :
1.
Hentikan pekerjaan, pekerjaan
tidak dapat dilanjutkan karena tidak adanya pertimbangan-pertimbangan tertntu
yang terjadinya suatu perubahan tertentu pada pihak manajemen, yaitu
terdapatnya TEOS (technical feasibility,
economical feasibility, operational feasibility and schedule feasibility)
oleh karena itu perlu diarahkan analisis sistem pada proyek-proyek yang lain.
2.
Situasi dimana pekerjaan
dihentikan, pada situasi ini sering terjadi da nada hal-hal yang menyebabkan
kekurangan dana atau sikap konservatif dari pihak manajemen. Adanya kemungkinan
biaya yang diajukan pada waktu sekarang tidak dapat diterima,mungkin pada waktu
yang akan dating dapat diterima.
3.
Modifikasi, pihak manajer
memutuskan aspek-aspek tertentu perlu diubah dan dikombinasikan dengan sistem
atau sistem yang lain sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan organisasi.
4.
Pekerjaan dilanjutkan secara
bertahap, pekerjaan analisis sistem akan berlangsung sebagaimana yang telah
diusulkan sebelumnya, akan tetapi proposal terakhir harus diimplementasikan dan
disahkan sesuai dengan kemungkinan-kemungkinan pada TEOS.
5.
Pekerjaan boleh dilanjutkan
tanpa syarat, banyak usulan atau proposal sistem atau sub sistem yang
dibenarkan oleh pihak manajemen, terutama tentang biaya-biaya yang dikeluarkan
akan melampaui keuntungan yang dapat diukur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar