Kamis, 31 Maret 2016

Analisis Sistem

Analisis Sistem

Definisi Analisis Sistem

Blaxter et.al (2001:291) dalam “How to Research”  mengungkapkan bahwa analisis merupakan sebuah proses berkelanjutan dalam penelitian, dengan analisis awal menginformasikan data yang kemudian dikumpulkan. Sistem adalah sekumpulan unsur atau elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan. Jadi, analisis sistem adalah suatu metode atau teknik yang digunakan dalam pemecahan masalah atau pengambilan keputusan, analisis juga meliputi kesadaran akan adanya suatu masalah, mengidentifikasi, menganalisis dan sintesis dari berbagai faktor yang mempengaruhi.

Tahapan Analisis Sistem

Tahap analisis sistem merupakan prosedur yang penting karena kesalahan atau kelemahan sistem yang terjadi akan menyebabkan kesalahan ditahap selanjutnya. Oleh karena itu, merencanakan suatu sistem yang baru dapat diharapkan memfungsikan sistem yang sebelumnya. Langkah-langkah yang harus dilakukan oleh analisis sistem :
1.       Indetify yaitu mengidentifikasi masalah yang ada, menemukan penyebabnya maslaah tersebut.
2.       Understand yaitu memahami kerja dari sistem yang ada.
3.       Analyze yaitu menganalisis sistem.
4.       Report yaitu membuat laporan atas hasil analisis tujuan.
Analisis sistem dilaksanakan dengan maksud untuk meneliti terhadap sistem yang ada dan mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan informasi. Analisis sistem biasanya lebih diarahkan kepada masalah-masalah operasional organisasi dengan suatu pandangan untuk mencapai tujuantujuan tertentu dan penggunaan sumber daaya secara efisien. Analisis sistem berbeda dengan pendekatan sistem. Dalam pendekatan sistem proses berhubungan dengan penggunaan logika sistem dalam menjelaskan fenomena. Hasil dari pendekatan sistempun berupa ‘deskripsi’ atau ‘prediksi’. Hal terpenting dari metode ilmiah adalah ‘verifikasi’. Kebenaran ilmiah setelah diverifikasi atau diuji kembali atau dengan kata lain kebenaran ilmiah sinonim dengan kebenaran yang diuji. Hasil prediksi dari analisis sistem berdasarkan pendekatan analisa matematik dan logika dalam matematika.

Analisis Misi

Misi adalah keseluruhan aktivitas, masukan, keluaran atau hasil yang merupakan hal komplit atau hal yang dapat merubah kondisi sesuatu atau seseorang menjadi sempurna. Analisis misi adalah suatu penentuan kemana tujuan kita. Analisis misi dapat menghasilkan tujuan dan kebutuhan yang dapat diukur pencapaian hasil sistem. Selama kita mengetahui prosedur rancangan sistem pendidikan dimulai darimana perencanaan itu diawali, kemana perencanaan itu diarahkan. Bagian berikutnya dari analisis sistem adalah penyampaian rencana (wajah misi) dengan memperlihatkan atau menampilkan kegiatan dan program dari hal-hal terkecil dalam rangka memecahkan masalah. Jadi, misi dapat dipandang sebagai suatu rumusan tugas, kewajiban dan wewenang organisasi dalam rangka pengembangan sumberdaya manusia dan pengembangan bidang.

Analisis Fungsi

fungsi dalam pengertian matematika adalah adanya keterkaitan antara unsur yang satu dengan unsur yang lain. Fungsi juga merupakan suatu kesimpulan dari berbagai pekerjaan atau tugas-tugas dalam mencapai suatu tujuan yang ingin dicapai. Analisis fungsi merupakan proses pemecahan sesuatu kedalam beberapa bagian komponen untuk diidentifikasi dan mengetahui kontribusi masing-masing komponen dalam mencapai suatu tujuan. (Kaufman, 1998)
·         identifikasi analisis fungsidalam pelaksanaannya analisis fungsi dapat diidentifikasi:
1.       apa yang harus dikerjakan?
2.       Dalam urutan apakah kita melaksanakannya?
3.       Terdiri dari komponen manakah setiap higher level function?
4.       Apakah ada hubungan antara fungsi yang satu dengan fungsi yang lain?
Salah satu hasil kritis dalam analisis fungsi adalah membahas diri dari kekeliruan-kekeliruan pada masa yang lalu dan memperoleh cara-cara baru dan lebih baik untuk melaksanakan sesuatu. Setelah fungsi-fungsi yang diperlukan sudah diidentifikasi maka langkah-langkah berikutnya adalah melakukan analisis fungsi. Menentukan tingkat kesiapan masing-masing fungsi beserta faktor-faktornya. Dalam melakukan analisis terhadap fungsi beserta faktir-faktornya berlaku ketentuan bahwa untuk tingkat kesiapan yang memadai sasaran dinyatakan sebagai kekuatan faktor internal atau faktor eksternal. Kelemahan atau ancaman pada faktor internal atau eksternal yang memiliki tingkat kesiapan kurang memadai disebut masalah. Selama ada fungsi yang tidak siap atau masih ada masalah, maka sasaran yang telah ditetapkan diduga tidak akan tercapai, perlu dilakukan tindakan untuk mengubah fungsi yang tidak siap menjadi siap.

Analisis Tugas

Analisis tugas adalah akhir dari analisis yang akan dilakukan. Bentuk dari analisis tugas dari sistem perencanaan pendidikan adalah dimulai dari kegiatan mengidentifikasi dan menentukan kebutuhan, menentukan masalah, menentukan langkah pemecahan, menentukan strategi, dan menyelesaikan seta memilih alternative untuk memecahkan masalah.

Analisis Metode

 Analisis metode diperlukan setelah analisis misi, analisis fungsi, dan analisis tugas yang lengkap atau dapat dilaksanakan secara parallel dengan masing-masing, sebagai analisis kemajuan dari kebutuhan tambahan. Dengan menggunakan analisis metode setiap fungsi akan terjabar dan terurai. Analisis sistem menentukan apa yang akan dilakukan dari penyelesaian masalah. Alat untuk menganalisis dan sintesa sangat dibutuhkan dalam rancangan sistem. Metode seleksi dan pemilihan alternative dapat dilakukan dengan mengidentifikasi fungsi secara bervariasi dan tugas yang ditetapkan untuk orang, perlengkapan, orang dan perlengkapan yang dikombinasikan.

Ruang Lingkup Analisis Sistem

Ada beberapa filosofis yang mesti dihayati dalam menggunakan berpikir sistem, yaitu :
1.       Dasar pemikiran dari berpikir sistem adalah logika sistem.
2.       Penggunaan konsep sistem akan terbukti berguna jika digabungkan dengan usaha-usaha untuk investigasi
3.       Mendukung sepenuh hati pendapat dari Philip dan Mosher, bahwa berpikir sistem tidak mempunyai sejarah yang jelas.
4.       Sebagian orang tidak setuju bahwa berpikir sistem yang gagal disebut sebagai teori ilmiah karena gagal mengdefinisikan secara tegas apa itu sistem.
5.       Pendekatan sistem tidak efisien.
6.       Doktrin dari berpikir sistem didasarkan pada latar belakang ilmiah yang mantap, dan bukan berdasarkan pendapat tahayul-metafisika.
Dalam melakukan analisis sistem diperlukan bermacam-macam informasi yang berasal dari bagian yang ada di dalam organisasi. Menurut Winardi (1998) ada empat macam cara pendekatan yang digunakan untuk mengembangkan sistem informasi, yaitu :
1.       Pendekatan hirarkis dengan prosesing data yang bersifat sentralisasi
2.       Pendekatan hirarkis dengan prosesing data yang bersifat disentralisasi
3.       Pendekatan sistem dengan suatu sistem informasi yang terintegrasi
4.       Pendekatan sistem dengan sebuah sistem informasi yang didistribusi
Ruang lingkup dari analisis sistem dapat berbeda dipandang dari sudut jangka waktu, kompleksitas, dan biaya untuk melaksanakannya. Ruang lingkup analisis sistem harus ditetapkan secara jelas pada waktu-waktu tertentu guna menghadapi faktor-faktor pembatasan-pembatasan biaya dan waktu.
Winardi menyatakan bahwa hasil akhir dari analisis sistem dapat berupa alternatif-alternatif sebagai berikut :
1.       Hentikan pekerjaan, pekerjaan tidak dapat dilanjutkan karena tidak adanya pertimbangan-pertimbangan tertntu yang terjadinya suatu perubahan tertentu pada pihak manajemen, yaitu terdapatnya TEOS (technical feasibility, economical feasibility, operational feasibility and schedule feasibility) oleh karena itu perlu diarahkan analisis sistem pada proyek-proyek yang lain.
2.       Situasi dimana pekerjaan dihentikan, pada situasi ini sering terjadi da nada hal-hal yang menyebabkan kekurangan dana atau sikap konservatif dari pihak manajemen. Adanya kemungkinan biaya yang diajukan pada waktu sekarang tidak dapat diterima,mungkin pada waktu yang akan dating dapat diterima.
3.       Modifikasi, pihak manajer memutuskan aspek-aspek tertentu perlu diubah dan dikombinasikan dengan sistem atau sistem yang lain sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan organisasi.
4.       Pekerjaan dilanjutkan secara bertahap, pekerjaan analisis sistem akan berlangsung sebagaimana yang telah diusulkan sebelumnya, akan tetapi proposal terakhir harus diimplementasikan dan disahkan sesuai dengan kemungkinan-kemungkinan pada TEOS.
5.       Pekerjaan boleh dilanjutkan tanpa syarat, banyak usulan atau proposal sistem atau sub sistem yang dibenarkan oleh pihak manajemen, terutama tentang biaya-biaya yang dikeluarkan akan melampaui keuntungan yang dapat diukur. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar