Pendekatan
Sistem Sebagai Proses Manajemen Pendidikan
Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI) sistem merupakan perngkat unsur yang secara teratur saling
berkaitan sehingga membentuk sebuah totalitas. Prof. Wagiono Ismagil, (1982)
pendekatan sistem adalah suatu pendekatan analisis organisasi yang
mempergunakan ciri-ciri sistem sebagai titik tolak analisis. Pendekatan sistem
dalam manajemen dirancang untuk memanfaatkan analisis ilmiah dalam suatu
organisasi yang kompleks. Pendekatan dilihat dari pendidikan dan pelatihan
adalah cara yang sistematis mengidentifikasi, mengembangkan dan mengevaluasi
sekumpulan bahan dan strategi bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan yang
khusus. Jadi, pendekatan sistem adalah cara berpikir dari masing-masing orang. Pendekatan
sistem merupakan cara berpikir yang kaya akan konsep dan praktek.
Sistem Perencanaan
Sistem perencanaan terdiri dari dua kata,
yaitu system dan perencanaan. Ludwig Von Bertallanffy mengemukakan bahwa system
adalah sekumpulan unsur yang berada dalam keadaan yang berinteraksi, dan
perencanaan menurut Garth N. Jone adalah suatu proses pemilihan dan
pengembangan dari pada tindakan yang paling baik untuk pencapaian tugas. Jadi,
sistem perencanaan merupakan sekumpulan unsur atau tindakan yang berada dalam
keadaan yang berinteraksi untuk memilih tindakan yang paling baik untuk
pencapaian tugas.
Tujuan Perencanaan
Stephen Robbins dan Mary Coulter
mengemukakan ada empat tujuan perencanaan yaitu :
1.
Untuk memberikan pengarahan baik untuk manajer maupun karyawan
non-manajerial
2.
Untuk mengurangi ketidakpastian
3.
Untuk meminimalisir pemborosan
4.
Untuk menetapkan tujuan dan standar proses pengontrolan dan
pengevaluasian
Adapun tugas utama dari menganalisis sistem.
Diantaranya meliputi : menentukan lingkup sistem, mengumpulkan fakta,
menganalisis fakta, dan mengkomunikasikan temuan-temuan tersebut melalui
laporan analisis sistem
Tanggung jawab
Manajer
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
manajer adalah orang yang mengatur pekerjaan atau kerja sama diantara berbagai
kelompok atau sejumlah orang untuk mencapai sasaran. Manajer orang yang
berwenang dan bertanggung jawab membuat rencana, mengatur, memimpin, dan
mengendalikan pelaksanaannya untuk mencapai sasaran tertentu.
MacDonal, (1969) menyampaikan lima bagian
proses manajemen pendidikan bertujuan pada pencapaian arti dan objek yang
termasuk kendala fungsi-fungsi manajemen, seperti : perencanaan,
pengorganisasian, penstafan, pengarahan dan pengawasan.
Manajemen pendidikan terkandung enam langkah
kegiatan, diantaranya sebagai berikut :
1.
Mengidentifikasikan masalah yang dibutuhkan dan masalah
2.
Menentukan keperluan untuk menyelesaikan masalah dan menetapkan
kemungkinan penyelesaiannya
3.
Strategi penyelesaian dan peralatan yang digunakan
4.
Strategi penyelesaian penerapan meliputi manajemen dan strategi
penyelesaian pengawasan dan perawatan
5.
Pekerjaan dinilai berdasarkan keberhasilan di atas kebutuhan yang lebih
dahulu diperlukan
6.
Menciptakan langkah baru yang telah diperbaiki
Tingkatan seorang manajer
·
Manajer tingkat atas (top-level
managers) adalah para eksekutif dari sebuah organisasi yang bertanggung
jawab terhadap keseluruhan manajemennya.
·
Manajer tingkat menengah (middle-level
managers) biasanya disebut manajer taktis, bertanggung jawab untuk
menerjemahkan tujuan-tujuan dan rencana-rencana umum yang dibuat oleh para
manajer strategis ke dalam sasaran-sasaran dan aktivitas-aktivitas yang lebih
spesifik
·
Manajer garis depan (frontline
managers) atau manajer operasional adalah manajer pada tingkat lebih rendah
yang mengawasi operasi-operasi organisasi.
Keahlian seorang manajer
1. Keahlian teknis adalah tugas khusus yang
melibatkan sebuah metide atas proses khusus
2.
Keahlian konsetual dan
pengambilan keputusan mencakup kemampuan untuk mengenali dan memecahkan masalah-masalah demi
kepentingan organisasi dan setiap orang yang terlibat
3.
Keahlian interpersonal dan
komunikasi adalah
kemampuan para manajer untuk bekerja dengan baik dengan orang-orang. Keahlian
ini biasanya disebut people skills.
Karena para manajer menghabiskan waktunya untuk berinteraksi dengan orang-orang
maka para manajer harus mengembangkan kemampuan-kemampuan untuk memimpin,
memotivasi, dan berkomunikasi secara efektif
Model Sistem
Sibernetika
Sibernetika merupakan sebuah interdisiplin
tentang struktur sistem regulasi (pengaturan). Sibernetika berhubungan erat
dengan teori informasi, teori pengendalian, dan teori sistem. Dalil sibernetika
adalah setiap sistem dapat dianalisis secara efektif melalui kegiatan-kegiatan
komunikasi dan pengawasan. Model sibernetika mengupayakan alat untuk menilai
umpan balik dan dampak terhadap keadaan sistem pemantauan kegiatan sistem dan
pengadaptasian sistem untuk kepentingan sistem untuk kepentingan ilmu
pengetahuan. Dalam sistem sibernetika dibutuhkan program pengolahan data, maka
Komputer sangat berperan dalam model sibernetika ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar