Kamis, 31 Maret 2016

Pendekatan Sistem Sebagai Proses Manajemen Pendidikan

Pendekatan Sistem Sebagai Proses Manajemen Pendidikan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sistem merupakan perngkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk sebuah totalitas. Prof. Wagiono Ismagil, (1982) pendekatan sistem adalah suatu pendekatan analisis organisasi yang mempergunakan ciri-ciri sistem sebagai titik tolak analisis. Pendekatan sistem dalam manajemen dirancang untuk memanfaatkan analisis ilmiah dalam suatu organisasi yang kompleks. Pendekatan dilihat dari pendidikan dan pelatihan adalah cara yang sistematis mengidentifikasi, mengembangkan dan mengevaluasi sekumpulan bahan dan strategi bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan yang khusus. Jadi, pendekatan sistem adalah cara berpikir dari masing-masing orang. Pendekatan sistem merupakan cara berpikir yang kaya akan konsep dan praktek.

Sistem Perencanaan

Sistem perencanaan terdiri dari dua kata, yaitu system dan perencanaan. Ludwig Von Bertallanffy mengemukakan bahwa system adalah sekumpulan unsur yang berada dalam keadaan yang berinteraksi, dan perencanaan menurut Garth N. Jone adalah suatu proses pemilihan dan pengembangan dari pada tindakan yang paling baik untuk pencapaian tugas. Jadi, sistem perencanaan merupakan sekumpulan unsur atau tindakan yang berada dalam keadaan yang berinteraksi untuk memilih tindakan yang paling baik untuk pencapaian tugas.

Tujuan Perencanaan

Stephen Robbins dan Mary Coulter mengemukakan ada empat tujuan perencanaan yaitu :
1.       Untuk memberikan pengarahan baik untuk manajer maupun karyawan non-manajerial
2.       Untuk mengurangi ketidakpastian
3.       Untuk meminimalisir pemborosan
4.       Untuk menetapkan tujuan dan standar proses pengontrolan dan pengevaluasian
Adapun tugas utama dari menganalisis sistem. Diantaranya meliputi : menentukan lingkup sistem, mengumpulkan fakta, menganalisis fakta, dan mengkomunikasikan temuan-temuan tersebut melalui laporan analisis sistem

Tanggung jawab Manajer

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) manajer adalah orang yang mengatur pekerjaan atau kerja sama diantara berbagai kelompok atau sejumlah orang untuk mencapai sasaran. Manajer orang yang berwenang dan bertanggung jawab membuat rencana, mengatur, memimpin, dan mengendalikan pelaksanaannya untuk mencapai sasaran tertentu.
MacDonal, (1969) menyampaikan lima bagian proses manajemen pendidikan bertujuan pada pencapaian arti dan objek yang termasuk kendala fungsi-fungsi manajemen, seperti : perencanaan, pengorganisasian, penstafan, pengarahan dan pengawasan.
Manajemen pendidikan terkandung enam langkah kegiatan, diantaranya sebagai berikut :
1.       Mengidentifikasikan masalah yang dibutuhkan dan masalah
2.       Menentukan keperluan untuk menyelesaikan masalah dan menetapkan kemungkinan penyelesaiannya
3.       Strategi penyelesaian dan peralatan yang digunakan
4.       Strategi penyelesaian penerapan meliputi manajemen dan strategi penyelesaian pengawasan dan perawatan
5.       Pekerjaan dinilai berdasarkan keberhasilan di atas kebutuhan yang lebih dahulu diperlukan
6.       Menciptakan langkah baru yang telah diperbaiki
Tingkatan seorang manajer
·         Manajer tingkat atas (top-level managers) adalah para eksekutif dari sebuah organisasi yang bertanggung jawab terhadap keseluruhan manajemennya.
·         Manajer tingkat menengah (middle-level managers) biasanya disebut manajer taktis, bertanggung jawab untuk menerjemahkan tujuan-tujuan dan rencana-rencana umum yang dibuat oleh para manajer strategis ke dalam sasaran-sasaran dan aktivitas-aktivitas yang lebih spesifik
·         Manajer garis depan (frontline managers) atau manajer operasional adalah manajer pada tingkat lebih rendah yang mengawasi operasi-operasi organisasi.

Keahlian seorang manajer
1.      Keahlian teknis adalah tugas khusus yang melibatkan sebuah metide atas proses khusus
2.       Keahlian konsetual dan pengambilan keputusan mencakup kemampuan untuk mengenali dan memecahkan masalah-masalah demi kepentingan organisasi dan setiap orang yang terlibat
3.       Keahlian interpersonal dan komunikasi adalah kemampuan para manajer untuk bekerja dengan baik dengan orang-orang. Keahlian ini biasanya disebut people skills. Karena para manajer menghabiskan waktunya untuk berinteraksi dengan orang-orang maka para manajer harus mengembangkan kemampuan-kemampuan untuk memimpin, memotivasi, dan berkomunikasi secara efektif

Model Sistem Sibernetika


Sibernetika merupakan sebuah interdisiplin tentang struktur sistem regulasi (pengaturan). Sibernetika berhubungan erat dengan teori informasi, teori pengendalian, dan teori sistem. Dalil sibernetika adalah setiap sistem dapat dianalisis secara efektif melalui kegiatan-kegiatan komunikasi dan pengawasan. Model sibernetika mengupayakan alat untuk menilai umpan balik dan dampak terhadap keadaan sistem pemantauan kegiatan sistem dan pengadaptasian sistem untuk kepentingan sistem untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Dalam sistem sibernetika dibutuhkan program pengolahan data, maka Komputer sangat berperan dalam model sibernetika ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar