Minggu, 08 Mei 2016

PENULISAN KARANGAN


1.       Pengertian mengarang dan karangan
Mengarang adalah pekerjaan merangkai kata, kalimat dan alinea untuk menjabarkan dan atau mengulas topik dan tema tertentu guna memperoleh hasil akhir berupa karangan. Sedangkan karangan adalah hasil penjabaran suatu gagasan secara resmi dan teratur tentang suatu topik atau pokok bahasan.
2.       Penggolongan karangan berdasarkan bobot isinya
Karangan Ilmiah, Semiilmiah dan Nonilmiah
Karangan ilmiah memiliki aturan baku dan sejumlah persyaratan khusus yang menyangkut metode dan penggunaan bahasa. Karangan nonilmiah yaitu karangan yang tidak terikat pada aturan baku. Sedangkan karangan semiilmah berada diantara keduanya.
·         Ciri-ciri karangan ilmiah : sumbernya secara faktual dan pengamatan, sifatnya objrktif, alurnya sistematis dan metodis, bahasanya denotatif, ragam baku, istilah khusus, bentuknya argumentasi dan campuran.
·         Ciri-ciri karangan semiilmiah : sumebrmya secara faktual dan pengamatan, sifatnya objektif dan subjektif, alurnya sistematis, kronologis, kilas balik, bahasanya denotatif dan konotatif (semiformal), bentuknya eksposisi, persuasi, deskripsi, campuran.
·         Ciri-ciri karangan nonilmiah : sumbernya nonfaktual, sifatnya objektif, alurnya bebas, bahasanya denotatif/konotatif, semiformal/informal/istilah umum/daerah, bentuknya narasi, deskripsi, campuran.
3.       Penggolongan karangan berdasarkan cara penyajian dan tujuan penulisannya
·         Karangan deskripsi merupakan bentuk tulisan yang bertujuan memperluas pengetahuan dan pengalaman pembaca dengan jalan melukiskan hakikat objek yang sebenarnya.
·         Karangan narasi merupakan karangan untuk memberi inforamsi kepada pembaca agar pengetahuannya bertambah (ekspositoris) dan menyampaikan makna kepada pembaca melalui daya khayal (sugestif).
·         Karangan eksposisi merupakan wacana yang bertujuan untuk memberi tahu, mengupas, menguraikan, atau menerangkan sesuatu.
·         Karangan argumentasi merupakan karangan untuk meyakinkan pembaca agar menerima atau mengambil suatu dokrin, sikap, dan tingkah laku tertentu.
·         Karangan persuasi adalah karangan yang bertujuan membuat pembaca percaya, yakin dan terbujuk akan hal-hal yang dikomunikasikan yang mungkin berupa fakta, suatu pendirian umum, suatu pendapat/gagasan ataupun perasaan seseorang.
·         Karangan campuran merupakan karangan murni,  nerupakan gabungan eksposisi dangan deskripsi.

TOPIK, TEMA, TESIS, DAN KERANGKA KARANGAN


1   Topik dan Judul
Topik merupakan pokok pembicaraan, pokok pembahasan, pokok permasalahan atau masalah yang dibicarakan. Topik karangan adalah suatu hal yang akan digarap menjadi karangan. Apabila ingin membuat karangan ilmiah maka topik karangan haruslah tentang sesuatu yang nyata, tidak boleh abstrak. Sedangkan judul karangan adalah perincian atau penjabarab dari topik. Judul karangan sedapat-dapatnya singkat dan padat, menarik perhatian, serta menggabarkan garis besar (inti) pembahasan. Dalam satu topik dapat dibuat menjadi beberapa judul, misalnya dengan topik putus sekolah maka kita dapat membuat beberapa judul seperti “Tingginya Angka Putus Sekolah Merupakan Problema Pendidikan” dan Kiat Menekan Tingginya Angka Putus Sekolah”.
Apabila kita ingin memilih topik atau masalah, maka kita hedaklah memilih permasalahan atau sesuatu yang menarik. Penulis juga harus mendalami dari suatu permasalahan tersebut terlebih dahulu. Agar pembicaraan tidak melebar, penulis hendaknya mempersempit atau membatasi agar terfokus sesuai dengan rencana dan maksud dari penulis. Untuk mempersempit pokok pembicaraan ada beberapa cara. Cara pertama dengan memecah pokok pembicaraan menjadi bagian-bagian yang makin kecil yang disebut subtopik. Cara kedua ialah dengan menulis pokok umum dan membuat daftar aspek khusus apa saja dan pokok itu secara berurutan ke bawah. Cara ketiga dengan mengajukan lima pertanyaan mengenai pokok pembicaraan seperti apa, siapa, di mana, kapan, dan bagaimana.
2.       Tema dan Tesis
Tema merupakan pokok pemikiran, ide atau gagasan tertentu yang akan dituangkan oleh penulis dalam karangannya. Tema adalah sesuatu yang melatarbelakangi dan mendorong seseorang menuliskan karangannya. Tema terbagi menjadi dua, yang pertama tema awal biasanya dipakai ketika mahasiswa akan menulis karya ilmiah. Tema ini dirumuskan sejak awal untuk diketahui oleh Dosen pembimbing karya tulis. Yang kedua tema akhir, tema akhir dapat diketahui apabila seseorang telah selesai membaca karangan seseorang. Di dalam tema tekandung maksud, tujuan, atau sasaran tertentu yang ingin dicapainya. Maksud dan tujuan disebut dengan tesis. Tesis adalah pernyataan singkat tentang maksudd dan tujuan penulis (pengungkapan maksud). Dalam contoh berikut ini tampak jelas jedudukan tema dalam suaatu kerangka karangan.
Topi                       : Kemacetan Lalu-lintas
Subtopik              : Upaya Mengatasi Kemacetan Lalu-lintas
Judul                     :  1. Macet Lagi, Macet Lagi,.... Pusing!
                                    2. Kemacetan Lalu-lintas Dapat Menyebabkan Stres
Tema                     : upaya mengatasi kemacetan lalu-lintas bukanlah semata-mata menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan juga menjadi tanggung jawab seluruh warga masyarakat pemakai jalan.    Permasalahan lalu lintas tidak mungkin dapat dipecahkan tanpa batuan semua pihak yang terkait. Dalam hal ini yang paling diperlukan adalah kesadaran berlalu-lintas secara baik, teratur, sopan dan bertanggung jawab.
3.       Kerangka (outline) karangan
Kerangka karangan merupakan rencana teratur tentang pembagian dan penyusunan gagasan, fungsinya untukmengatur hubungan antara gagasan-gagasan. Dalam proses penyusunan kerangka ada tahapan yang harus dijalani, yaitu memilih topik dan merumuskan tema, mengumpulkan data/informasi, mengatur strategi penempatan gagasan, dan menulis kerangka karangan itu sendiri.
1.       Bentuk kerangka karangan
Bentuk kerangka karangam ada dua macam (1) kerangka topik, terdiri atas kata, frassa dan klausa yang ditandai dengan kode yang sudah lazim untuk menyatakan hubungan antargagasan. (2) kerangka kalimat, kerangka kalimat dipakai pada proses awal penyusunan outline. Memakai kalimat lengkap.
2.       Pola penyusunan kerangka karangan
Terdapat beberapa pola untuk penyusunan kerangka karangan yaitu, (1) pola alamiah, urutan bab dan subbab dapat dibagi menjadi dua, yaitu sesuai dengan urutan ruang (mendeskripsikan suatu tempat atau ruang) dan urutan waktu (untuk menarasikan atau meneceritakan kronologi peristiwa). (2) pola logis, pola ini memakai pendekatan berdaarkan caraa berpikir manusia, urutan logisnya seperti klimaks-antiklimaks, sebab-akibat, pemecahan masalah, dan umum-khusus.

TOPIK, TEMA, TESIS, DAN KERANGKA KARANGAN


1   Topik dan Judul
Topik merupakan pokok pembicaraan, pokok pembahasan, pokok permasalahan atau masalah yang dibicarakan. Topik karangan adalah suatu hal yang akan digarap menjadi karangan. Apabila ingin membuat karangan ilmiah maka topik karangan haruslah tentang sesuatu yang nyata, tidak boleh abstrak. Sedangkan judul karangan adalah perincian atau penjabarab dari topik. Judul karangan sedapat-dapatnya singkat dan padat, menarik perhatian, serta menggabarkan garis besar (inti) pembahasan. Dalam satu topik dapat dibuat menjadi beberapa judul, misalnya dengan topik putus sekolah maka kita dapat membuat beberapa judul seperti “Tingginya Angka Putus Sekolah Merupakan Problema Pendidikan” dan Kiat Menekan Tingginya Angka Putus Sekolah”.
Apabila kita ingin memilih topik atau masalah, maka kita hedaklah memilih permasalahan atau sesuatu yang menarik. Penulis juga harus mendalami dari suatu permasalahan tersebut terlebih dahulu. Agar pembicaraan tidak melebar, penulis hendaknya mempersempit atau membatasi agar terfokus sesuai dengan rencana dan maksud dari penulis. Untuk mempersempit pokok pembicaraan ada beberapa cara. Cara pertama dengan memecah pokok pembicaraan menjadi bagian-bagian yang makin kecil yang disebut subtopik. Cara kedua ialah dengan menulis pokok umum dan membuat daftar aspek khusus apa saja dan pokok itu secara berurutan ke bawah. Cara ketiga dengan mengajukan lima pertanyaan mengenai pokok pembicaraan seperti apa, siapa, di mana, kapan, dan bagaimana.
2.       Tema dan Tesis
Tema merupakan pokok pemikiran, ide atau gagasan tertentu yang akan dituangkan oleh penulis dalam karangannya. Tema adalah sesuatu yang melatarbelakangi dan mendorong seseorang menuliskan karangannya. Tema terbagi menjadi dua, yang pertama tema awal biasanya dipakai ketika mahasiswa akan menulis karya ilmiah. Tema ini dirumuskan sejak awal untuk diketahui oleh Dosen pembimbing karya tulis. Yang kedua tema akhir, tema akhir dapat diketahui apabila seseorang telah selesai membaca karangan seseorang. Di dalam tema tekandung maksud, tujuan, atau sasaran tertentu yang ingin dicapainya. Maksud dan tujuan disebut dengan tesis. Tesis adalah pernyataan singkat tentang maksudd dan tujuan penulis (pengungkapan maksud). Dalam contoh berikut ini tampak jelas jedudukan tema dalam suaatu kerangka karangan.
Topi                       : Kemacetan Lalu-lintas
Subtopik              : Upaya Mengatasi Kemacetan Lalu-lintas
Judul                     :  1. Macet Lagi, Macet Lagi,.... Pusing!
                                    2. Kemacetan Lalu-lintas Dapat Menyebabkan Stres
Tema                     : upaya mengatasi kemacetan lalu-lintas bukanlah semata-mata menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan juga menjadi tanggung jawab seluruh warga masyarakat pemakai jalan.    Permasalahan lalu lintas tidak mungkin dapat dipecahkan tanpa batuan semua pihak yang terkait. Dalam hal ini yang paling diperlukan adalah kesadaran berlalu-lintas secara baik, teratur, sopan dan bertanggung jawab.
3.       Kerangka (outline) karangan
Kerangka karangan merupakan rencana teratur tentang pembagian dan penyusunan gagasan, fungsinya untukmengatur hubungan antara gagasan-gagasan. Dalam proses penyusunan kerangka ada tahapan yang harus dijalani, yaitu memilih topik dan merumuskan tema, mengumpulkan data/informasi, mengatur strategi penempatan gagasan, dan menulis kerangka karangan itu sendiri.
1.       Bentuk kerangka karangan
Bentuk kerangka karangam ada dua macam (1) kerangka topik, terdiri atas kata, frassa dan klausa yang ditandai dengan kode yang sudah lazim untuk menyatakan hubungan antargagasan. (2) kerangka kalimat, kerangka kalimat dipakai pada proses awal penyusunan outline. Memakai kalimat lengkap.
2.       Pola penyusunan kerangka karangan
Terdapat beberapa pola untuk penyusunan kerangka karangan yaitu, (1) pola alamiah, urutan bab dan subbab dapat dibagi menjadi dua, yaitu sesuai dengan urutan ruang (mendeskripsikan suatu tempat atau ruang) dan urutan waktu (untuk menarasikan atau meneceritakan kronologi peristiwa). (2) pola logis, pola ini memakai pendekatan berdaarkan caraa berpikir manusia, urutan logisnya seperti klimaks-antiklimaks, sebab-akibat, pemecahan masalah, dan umum-khusus.